Rabu, 08 Agustus 2018

UMKM Desa Campor Dengan Hasil Olahan Singkong




Desa Campor merupakan desa yang terkenal dengan hasil potensi alam yang berupa Singkong, Jagung dan Pisang. Dahulu ada seorang perantau membawa resep jajanan dengan berbahan dasar singkong, Nah dari sini warga mulai tertarik dalam pembuatan kripik singkong maupun krupuk singkong dengan mendukungnya potensi alam desa yaitu mayoritas pengahsil singkong. Disitu warga mulai terfikirkan untuk membuat produk rumahan yang di produksi sendiri di rumah dengan beberapa warga dari dusun lain, sebagai pekerjaan sampingan dari mata pencaharian utama. Di desa Campor sendiri mata pencaharian warganya yang utama adalah buruh tani namun disamping itu warga Campor memiliki usaha rumah yaitu usaha kripik dan krupuk singkong. Kripik dan krupuk singkong yang diproduksi biasanya lebih laris pada saat bulan puasa atau lebaran maupun pada saat warga mempunyai hajatan juga bisa dibuat oleh-oleh.

Pembuatan kripik singkong sendiri dikerjakan dirumah yang diproduksi dalam sehari bisa dilakukan sebanyak 3 kali produksi dengan menghabiskan singkong sebanyak 1 karung seharga Rp. 60.000,-. Produksi kripik singkong dimulai pada pagi hari dengan tahapan pembuatan kripik singkong yang pertama adalah pengupasan dan pemotongan singkong tipis-tipis, tahap kedua direndam ke dalam air lalu diberi bumbu (bawang putih dan garam) selama kurang lebih 30 menit. Tahap ketiga adalah pengeringan tanpa dibawah sinar matahari langsung, setelah singkong benar-benar kering dapat dilakukan proses penggorengan. Kripik singkong sendiri dijual seharga Rp. 12.000,- perKg dengan kemasan plastik biasa.


Sedangkan Dalam Pengolahan Krupuk Singkong sendiri juga sama dalam pembuatan kripik singkong hanya saja dalam pembuatannya ada beberapa yang sedikit berbeda, yang pertama:  Singkong digiling ke dalam mesin sampai halus kemudian dicampur dengan bumbu dapur (Bawang Putih, bawang Merah, dan daun Bawang) yang telah dihaluskan. Kedua diratakan adonannya sampai tercampur sampai kalis, lalu dibentuk ke piring dengan kaadaan terbalik sampai tipis dengan menggunakan kedua tangan. Proses Ketiga ialah penjemuran yang dilakukan dibawah sinar matahari secara langsung sampai kering. Penjualan krupuk singkong ini biasa dijual dengan harga Rp. 5.000,- per bungkus plastik. Dengan adanya UMKM ini warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan selain mata pencaharian utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan dapat mebangun perekonomian Desa Campor.