Senin, 13 Agustus 2018

Cara Membuat Fruit Leather versi KKN 96 UTM

Selain nuget pisang, olahan berbahan dasar pisang juga disiapkan oleh KKN 96 Universitas Trunojoyo Madura. Fruit Leather merupakan olahan makanan yang berbahan dasar pisang dan buah nanas. olahan yang dikonsep tidak mengandung gula ini dapat dikonsumsi oleh semua usia. Kadar gula yang hanya berasal dari buah pisang dan nanas ini juga dapat dijadikan sebagai alternatif camilan untuk penderita diabetes. 

ini adalah cara membuat Fruit Leather versi KKN 96 Universitas Trunojoyo Madura yang dapat kamu buat dengan mudah.


Cara Membuat Nugget Pisang versi KKN 96 UTM

Buah pisang memang sering kali dinikmati masyarakat karena mudah ditemui dan bukan merupakan buah musiman. Pisang keju atau pisang goreng menjadi olahan yang sering dinikmati. namun pernahkah kamu mencoba olahan lain dari bahan dasar pisang? 
KKN 96 Universitas Trunojoyo Madura menciptakan olahan dari buah pisang yakni Nuget Pisang. Selain dapat dikonsumsi pribadi, olahan buah pisang ini bisa dijual agar dapat menambah perekonomian warga.

Berikut adalah cara membuat Nuget Pisang Versi KKN 96 Universitas Trunojoyo Madura.


Minggu, 12 Agustus 2018

Malam Perpisahan KKN 96 Mengadakan Kegiatan Tasyakuran






Perpisahan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 96 Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang dilaksanakan di Dusun Campor Desa Tlageh Kecamatan Gegger Kabupaten Bangkalan mempersembahkan acara penutupan kegiatan KKN dengan Tasyakuran dan Selametan yang dihadiri oleh seluruh warga masyarakat di Desa Campor, ucapan rasa syukur tak lupa juga kaminpanuatkan kepada Allah SWT karenanya acara kami diberikan kemudahan dalam setiap kegiatan yang kami laksanakan. Acara tersebut berjalan dengan hikmat dengan adanya dukungan penuh dari segenap warga Desa Campor, yang dihadiri oleh Bapak Kepala Kecamatan, Bapak Kepala Desa, dan seluruh Bapak Kepala Dusun Serta beberapa Kiayi yang ada di Desa Campor. Acara ini salah satu bentuk rasa syukur kami karena seluruh program kerja yang telah kami rencanakan telah selesai kami laksanakan. KKN Tematik yang kelompok kami laksanakan dengan Tema “Optimalisasi Potensi Lokal Dalam Upaya Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Desa Campor” mengupayakan kegiatan dari segala program yang tentunya untuk membantu perekonomian masyarakat khususnya warga Desa Campor dalam pengelolaan makanan dari bahan dasar buah-buahan.


Acara tasyakuran di malam penutupan kami sangat berjalan dengan hikmat, sehingga masyarakat juga mengungkapkan rasa terimakasih karena program selama kegiatan KKN yang dijalankan dapat sedikit membantu serta memotivasi masyarakat dalam pembenahan perekonomian. Masyarakat juga berharap semoga tahun depan di Kecamatan Gegger khususnya di Desa Campor dapat dijadikan tempat KKN lagi. Kami atas nama Mahasiwa Universitas Trunojoyo Madura yang terbentuk di dalam Kelompok  KKN 96 UTM Tahun 2018 juga berharap semoga sedikit ilmu yang kami berikan dapat bermanfaat khususnya untuk warga Desa Campor dan segala pengalaman yang kami terima selama satu bulan dari warga Desa Campor dapat bermanfaat bagi kami ketika di Kampus dan di tempat tinggal kami masing-masing.

Jumat, 10 Agustus 2018

Rabu, 08 Agustus 2018

UMKM Desa Campor Dengan Hasil Olahan Singkong




Desa Campor merupakan desa yang terkenal dengan hasil potensi alam yang berupa Singkong, Jagung dan Pisang. Dahulu ada seorang perantau membawa resep jajanan dengan berbahan dasar singkong, Nah dari sini warga mulai tertarik dalam pembuatan kripik singkong maupun krupuk singkong dengan mendukungnya potensi alam desa yaitu mayoritas pengahsil singkong. Disitu warga mulai terfikirkan untuk membuat produk rumahan yang di produksi sendiri di rumah dengan beberapa warga dari dusun lain, sebagai pekerjaan sampingan dari mata pencaharian utama. Di desa Campor sendiri mata pencaharian warganya yang utama adalah buruh tani namun disamping itu warga Campor memiliki usaha rumah yaitu usaha kripik dan krupuk singkong. Kripik dan krupuk singkong yang diproduksi biasanya lebih laris pada saat bulan puasa atau lebaran maupun pada saat warga mempunyai hajatan juga bisa dibuat oleh-oleh.

Pembuatan kripik singkong sendiri dikerjakan dirumah yang diproduksi dalam sehari bisa dilakukan sebanyak 3 kali produksi dengan menghabiskan singkong sebanyak 1 karung seharga Rp. 60.000,-. Produksi kripik singkong dimulai pada pagi hari dengan tahapan pembuatan kripik singkong yang pertama adalah pengupasan dan pemotongan singkong tipis-tipis, tahap kedua direndam ke dalam air lalu diberi bumbu (bawang putih dan garam) selama kurang lebih 30 menit. Tahap ketiga adalah pengeringan tanpa dibawah sinar matahari langsung, setelah singkong benar-benar kering dapat dilakukan proses penggorengan. Kripik singkong sendiri dijual seharga Rp. 12.000,- perKg dengan kemasan plastik biasa.


Sedangkan Dalam Pengolahan Krupuk Singkong sendiri juga sama dalam pembuatan kripik singkong hanya saja dalam pembuatannya ada beberapa yang sedikit berbeda, yang pertama:  Singkong digiling ke dalam mesin sampai halus kemudian dicampur dengan bumbu dapur (Bawang Putih, bawang Merah, dan daun Bawang) yang telah dihaluskan. Kedua diratakan adonannya sampai tercampur sampai kalis, lalu dibentuk ke piring dengan kaadaan terbalik sampai tipis dengan menggunakan kedua tangan. Proses Ketiga ialah penjemuran yang dilakukan dibawah sinar matahari secara langsung sampai kering. Penjualan krupuk singkong ini biasa dijual dengan harga Rp. 5.000,- per bungkus plastik. Dengan adanya UMKM ini warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan selain mata pencaharian utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan dapat mebangun perekonomian Desa Campor.

Minggu, 05 Agustus 2018

Merayakan HUT RI KE 73 Tahun KKN 96 Mengadakan Lomba Antar Sekolah Dasar Negeri Campor



17 agustus tahun 1945 merupakan hari kemerdekaan Indonesia dimana para pahlawan banyak yang telah gugur. Tanahku tak kulupakan, engkau kubanggakan. Meredeka, satu kata yang merenggut banyak nyawa, membuat lautan darah dan gugur dipertempuran. Tanggal 17 agustus menyimpan banyak sejarah dimana senyum indah para pahlawan yang telah berjuang untuk hari yang merdeka. Oleh karena itu setiap tahun di Indonesia memeriahkan, mengenang dan mengadakan berbagai acara semangat kebangsaan. Salah satunya yaitu lomba 17 agustusan yang diadakan oleh kelompok KKN 96 dengan sasarannya yaitu anak SD. Alasan kami adalah banyaknya antusias anak-anak dalam mengikuti ajang tersebut dan mengetahui bahwa sedikitnya warga dan jarak rumah yang jauh sehingga kami tidak bisa melibatkan bapak/ibu di Desa Campor.


 Desa yang asri, sejuk namun sayang banyak remaja yang memilih merantau ke luar negeri. Namun, semangat kami kelompok KKN 96 tetap mengadakan lomba yang terdiri dari 3 jenis diantaranya lomba memasukkan paku dalam botol, makan kerupuk dan lomba balap karung. Khusus lomba balap karung pesertanya dari laki-laki. Lomba ini diadakan pada tanggal 05 Agustus 2018 di Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan pukul 07.00 sampai selesai. Event ini di ikuti oleh seluruh SD yang ada di Desa Campor. Diantaranya adalah SDN Campor 1, SDN Campor 2 dan SDN Campor 3. Lomba makan kerupuk hanya di ikuti siswa kelas 3, paku botol kelas 4-6 dan balap karung kelas 5-6. Lomba makan kerupuk dimenangkan oleh salah satu siswi SD Negeri Campor 1 sebagai Juara 1, Kedua dan Ketiga juga dimenangkan oleh Siswa-siswi dari SDN Campor 1, sedangkan Lomba Paku Botol dimenangkan oleh Siswa dari SDN Campor 2 sebagai Juara 1, dan Juara Kedua juga dimenangkan dari Siswa SDN Campor 1. Untuk Balap Karung Botol dimenangkan oleh Siswa dari SDN Campor 1 sebagai Juara 1.